Sabtu, 07 Maret 2015

Kumpulan Soal Termodinamika

0 komentar

1.      Kegiatan di bawah ini yang memanfaatkan proses perubahan wujud benda cair menjadi padat yaitu peristiwa...
a.       pemanasan air
b.      peleburan logam
c.       pembuatan es krim
d.      pembuatan es kering dari korbondioksida
Jawaban : C
Membeku merupakan peristiwa perubahan wujud benda dari cair menjadi padat. Kegiatan yang memanfaatkan proses perubahan wujud benda dari cair menjadi padat adalah proses pembuatan es krim.
2.      Contoh peristiwa yang menunjukkan proses penyubliman yaitu...
a.       gelas retak ketika diisi air panas
b.      baju di jemuran kering ketika cuaca panas
c.       balon pecah ketika terpapar panas matahari
d.      kampir habis karena berada di tempat terbuka
Jawaban : D
Menyublim adalah peristiwa perubahan zat padat menjadi gas atau sebaliknya (gas menjadi padat). Pada contoh di atas yang menunjukkan peristiwa penyubliman adalah kamper habis karena berada di tempat terbuka.
3.      Contoh perubahan wujud benda yang berupa mengembun yaitu pada peristiwa...
a.       es di dalam gelas
b.      mentega dipanaskan
c.       kamper dibiarkan dalam lemari
d.      terbentuknya butiran air pada tutup gelas
Jawaban : D
Mengembun adalah proses perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Contoh perubahan wujud benda yang berupa mengembun yaitu pada peristiwa terbentuknya butiran air pada tutup gelas.
4.      Proses menyebarnya bau harum dari minyak wangi yang diletakan di kamar merupakan contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari...
a.       padat menjadi cair
b.      padat menjadi gas
c.       cair menjadi gas
d.      cair menjadi padat
Jawaban : C
Menyebarnya bau harum dari minyak wangi yang diletakan di kamar merupakan contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari cair menjadi gas (menguap).
5.      Contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari padat menjadi cair terdapat pada...
a.       mentega dipanaskan di penggorengan
b.      air dimasukkan ke dalam freezer
c.       kamper diletakkan di dalam lemari
d.      air dipanaskan terus menerus
Jawaban : A
Pemanfaatan perubahan wujud benda dari padat menjadi cair (mencair) terdapat pada peristiwa mentega dipanaskan di penggorengan.
6.      Lahar panas yang mengalir dari letusan gunung berapi akan menjadi batu dan pasir jika telah dingin. Peristiwa ini merupakan contoh...
a.       peleburan
b.      pembekuan
c.       penyubliman
d.      pengembunan
Jawaban : B
Lahar panas yang mengalir dari letusan gunung berapi akan menjadi batu dan pasir jika telah dingin, peristiwa tersebut merupakan contoh peristiwa pembekuan (perubahan wujud dari cair menjadi padat).
7.      Peleburan perak merupakan salah satu contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari....
a.       cair menjadi gas
b.      cair menjadi padat
c.       padat menjadi cair
d.      padat menjadi gas
Jawaban : C
Pada proses peleburan perak terjadi perubahan wujud dari zat padat menjadi cair.
8.      Saat hujan deras Nani berada di dalam mobil. Meskpun kaca depan bagian luar selalu dibersihkan dari air, kaca bagian dalam tetap basah. Peristiwa tersebut menunjukkan...
a.       pencairan 
b.      penguapan
c.       pembekuan
d.      pengembunan
Jawaban : D
Pada peristiwa di atas terjadi proses perubahan wujud benda dari gas (uap air) menjadi titik-titik air, proses tersebut dinamakan proses pengembunan.
9.      Perubahan wujud zat dari cair menjadi padat dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada peristiwa...
a.       pembuatan genting
b.      pengisian bahan bakar gas LPG
c.       pembakaran kayu untuk kayu bakar
d.      membekunya minyak kelapa pada saat udara dingin
Jawaban : D
Perubahan wujud zat dari cair menjadi padat (membeku) dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh peristiwa membekunya minyak kelapa pada saat udara dingin.
10.  Minyak asiri diperoleh dengan melalui proses penyulingan dengan mendinginkan uapnya. Proses pembuatan minyak atsiri memanfaatkan perubahan wujud....
a.       gas menjadi cair
b.      cair menjadi padat
c.       padat menjadi gas
d.      gas menjadi padat
Jawaban : A
Proses pembuatan minyak atsiri (penyulingan) merupakan contoh perubahan wujud zat dari gas menjadi cair (pengembunan).
11.  Di bawah ini termasuk perubahan fisika, kecuali ….
a.       Penguapan
b.      Pengembunan
c.       Pembekuan
d.      Pembakaran
Jawaban : D
Perbahan wujud zat dalam fisika ada 6, yaitu Penguapan, Pengembunan, Pembekuan, Pencairan, Penyubliman, Pemadatan.
12.  Perhatikan bagan perubahan wujud zat berikut!


Perubahan wujud yang ditunjukkan nomor 2, 4, dan 6 berturut-turut dinamakan …
a.       mencair, menguap, menyublim
b.      menguap, menyublim, membeku
c.       menyublim, mengembun, membeku
d.      mengembun, menyublim, mencair
Jawaban : D
Gambar nomor 2, perubahan wujud gas menjadi cair yaitu mengembun.
Gambar nomor 4, perubahan wujud padat menjadi gas yaitu menyublim.
Gambar nomor 6, perubahan wujud padat menjadi cair yaitu mencair.
13.  Sebongkah es dimasukkan ke dalam suatu wadah, kemudian dipanasi. Perubahan wujud yang mungkin terjadi secara berurutan adalah .…
a.       zat cair menjadi zat padat
b.      zat cair menjadi gas
c.       zat padat menjadi zat cair
d.      zat padat menjadi gas
Jawaban : C
Sebongkah es yang dipanaskan akan mencair (zat padat menjadi zat cair).
14.  Grafik di bawah ini menyatakan hubungan antara suhu T dengan kalor Q yang diberikan pada 1 gram zat padat. Besar kalor uap zat padat tersebut adalah ...

a.       60 kalori/gram
b.      70 kalori/gram
c.       80 kalori/gram
d.      90 kalori/gram
e.       100 kalori/gram
Jawaban : C
Dik :    Q = 140 kalori – 60 kalori = 80 kalori
            m = 1 gram
Dit :     kalor uap zat padat (Ly) ?
Jawab :
Q = m Ly
Ly = 
Ly = 
Ly = 80 kalori/gram
15.  Di bawah ini adalah grafik kalor terhadap suhu dari 1 kg uap pada tekanan normal. Kalor didih air 2256 x 103 J/kg dan kalor jenis air 4,2 x 103 J/kg K, maka kalor yang dilepas pada perubahan dari uap menjadi air adalah ...

a.       4,50 x 103 Joule
b.      5,20 x 103 Joule
c.       2,00 x 106 Joule
d.      2,26 x 106 Joule
e.       4,40 x 106 Joule
Jawaban : D
Dik :    Ly = 2256 x 103 J/kg
            c = 4200 J/kg K
            m = 1 kg
Dit :     kalor yang dilepas (Q) ?
Jawab :
Q = m Ly
Q = 1 kg . 2256 x 103 J/kg
Q = 2,256 x 106 J
16.  Banyaknya kalor yang diserap untuk menaikkan suhu air bermassa 2 kg dari -20C sampai 100C adalah ... kalor jenis air 4200 J/kg 0C, kalor jenis es 2100 J/kg 0C, kalor lebur air (LF) = 334000 J/kg.
a.       760400 J
b.      750000 J
c.       668000 J
d.      600000 J
e.       540000 J
Jawaban : A
Dik :    mair = 2 kg
            Tawal = -2 0C
            Takhir = 10 0C
            ces = 2100 J/kg 0C
            cair = 4200 J/kg 0C
            LF = 334000 J/kg
Dit :     kalor yang diserap (Q) ?
Jawab :
Q1 = m.ces.ΔT = (2 kg)(2100 J/kg 0C)(0 0C – (-2 0C)) = 8400 J
Q2 = m.LF = (2 kg)(334000 J/kg) = 668000 J
Q3 = m.cair.ΔT = (2 kg)(4200 J/kg 0C)(10 0C – 0 0C) = 84000 J
Q = Q1 + Q2 + Q3 = 8400 J + 668000 J + 84000 J
Q = 760400 J
17.  Pemanfaatan perubahan wujud benda yang tepat terdapat pada ….
            Jawaban : D
Pemanfaatan perubahan wujud benda: 
ü  penyemprotan minyak wangi sehingga membasahi pakaian dan menyebar bau harum: merupakan perubahan wujud cair menjadi gas àmenguap 
ü  kapur barus diletakkan dalam lemari pakaian akan habis karena bereaksi dengan udara: merupakan perubahan dari padat menjadi gas àmenyublim 
ü  pembersihan butiran es yang menempel pada dinding freezer dalam lemari es dengan menaikkan suhu: perubahan wujud padat menjadi cair akibat pemanasan à mencair 
ü  pemisahan biji timah dari batuan dengan suhu tinggi sehingga timah meleleh: perubahan dari padat menjadi leleh (cair) mencair/meleleh 
18.  Perhatikan tabel!
Contoh perubahan wujud yang benar adalah ….
            Jawaban : B
a.       I – M, II – O, dan III – L
b.      I – M, II – K, dan IV – N
c.       III – K, I – L, dan V – O
d.      V – L, III – M, dan IV – N
Perubahan wujud benda sebagai berikut: 
       I.            Membeku: cair menjadi padatàmisalnya:air (cair) dimasukkan ke dalam lemari es akan membeku (padat) (M) 
    II.            Mencair: padat menjadi cair àmisalnya:mentega (padat) yang dipanaskan akan menjadi cair (K) 
 III.            Menguap: cair menjadi gas àmisalnya:bensin (cair) dibiarkan di ruang terbuka akan menguap (gas) (O) 
 IV.            Mengembun: gas menjadi cairàmisalnya:terbentuk titik air di daun ketika pagi hari (N) 
    V.            Menyublim: padat menjadi gas àmisalnya: kapur barus (padat) diletakkan di ruangterbuka (L)
19.  Sepotong es massanya 10 kg dan suhunya 0 0C (pada titik leburnya), kepada es itu diberikan kalor 800 K kal. Bila kalor lebur es 80 K kal kg-1. Bagaimana keadaan es itu setelah menerima kalor ?
a.       Seluruhnya melebur menjadi air dan suhunya lebih dari 0 0C.
b.      Sebagian melebur menjadi air dan sebagian tetap berupa es, suhu air dan es itu 0 0C.
c.       Sebagian melebur menjadi air dan suhu lebih besar dari 0 0C dan sebagian tetap berupa es dengan suhu 0 0C.
d.      Suhu es akan turun menjadi lebih kecil dari 0 0C.
e.       Seluruh es akan menjadi air dengan sushu tetap 0 0C.
Jawaban : E
Kalor yang diperlukan untuk meleburkan es
Q = m L = 10.80 = 80 K kal
Karena kalor yang diberikan = kalor yang diperlukan untuk meleburkan es, maka seluruh es melebur menjadi air 0 0C.
20.  Suatu zat padat diberi sejumlah kalor, kemungkinan yang dapat terjadi adalah:
1.      Suhu zat naik
2.      Suhu zat tetap
3.      Zat mencair
4.      Zat menjadi gas
Pernyataan yang benar adalah ...
a.       1,2 dan 3
b.      2 dan 4
c.       1 dan 3
d.      4 saja
e.       2,3 dan 4
Jawaban : C
Suatu zat padat diberi sejumlah kalor yang akan terjadi adalah suhu zat naik dan zat mencair.
21.  Sebuah siklus standar udara Otto mempunyai temperatur maksimum 2200 K dan rasio kompressi 8. Kondisi pada awal proses kompressi adalah 1 bar, 290 K dan 400 cm3. Hitunglah:
a.       Massa udara di dalam sistem, [kg]
b.      Temperatur pada akhir langkah kompressi, [K]
c.       Kalor yang dimasukkan ke sistem, [kJ]
d.      Temperatur pada akhir langkah ekspansi, [K]
e.       Kalor yang dibuang dari sistem, [kJ]
f.       Efisiensi thermal siklus
Penyelesaian
Data yang diketahui :
r =  
T3 = 2200 K
P1 = 100 kPa           T1 = 290 K      V1 = 400 cm3
a.       Massa udara di dalam sistem tetap. Dengan persamaan gas ideal diperoleh :
m = 
m =  = 4,806 X 10-4 kg
b.      Temperatur pada akhir langkah kompressi (T2) diperoleh dengan melihat bahwa proses 1− 2 adalah kompressi isentropik.
T2 = 666,245 K
c.       Kalor yang dimasukkan ke dalam sistem Qin = m.cv .(T3 – T2)
= 4,806 x 10-4 kg x 0,7165kJ/(kg.K) (2200 – 666,245) K
= 0,5281 kJ
d.      Temperatur pada akhir langkah ekspansi (T4) diperoleh dengan melihat bahwa proses 3-4 adalah ekspansi isentropik.
T4 = 957,606 K
e.       Kalor yang dibuang dari sistem
Qout      = mcv (T4 – T1)
= 4,806 x 10-4 kg x 0,7165 kJ/(kg.K) (957,606 – 290) K
= 0,2299 kJ
f.       Efisiensi thermal siklus :
Ƞ          = 
            = 
            = 56,47 %
22.  Sebuah siklus Otto ideal mempunyai rasio kompresi 8. Kondisi udara pada awal proses kompresi adalah 95 kPa dan 27oC; kalor sebesar 750 kJ/kg dipindahkan selama proses pemasukan pada volume konstan. Dengan memperhitungkan variasi kalor spesifik sebagai fungsi waktu, hitunglah:
a.       Temperature  dan tekanan pada akhir proses pemasukan
The net work output
Efisiensi thermal siklus
Mean effective pressure
Bila temperatur sumber 2000 K dan temperture sink 300 K hitung total irreversibilitas proses, dan availability pada akhir langkah tenaga
Penyelesaian
Diketahui
Fluida : udara dengan Cp dan Cv bervariasi terhadap temperatur.
Meski Cp dan Cv bervariasi tetapi R = Cp – Cv  nilainya konstan. Untuk
r = 
P1 = 95 kPa
T1 = 300 K
Tsink = 300 K
Tsource = 2000 K
Qin = 750 kJ/kg
a.       Volume spesifik pada titik 1 adalah :
V1        = 
=  = 0,9063 m3/kg
Volume spesifik titik 2 :
 = 8
V2 = 0,1133 m3/kg
Dari tabel berdasarkan harga T1 = 27oC = 300K: u1 = 214,07 kJ/kg vr1 = 621,2
Untuk proses 1-2:
vr2 = 77,65
Berdasarkan harga vr2 = 77,65 dari tabel diperoleh: T2 = 673,09 K u2 = 491,22 kJ/kg Tekanan pada akhir langkah kompressi:
P2 = 1705,00 kPa
Jumlah kalor yang disuplai ke sistem: qin = u3 – u2
u3 = qin + u2
= (750 + 491,22) kJ/kg = 1241,22 kJ/kg
Berdasarkan u3 = 1241,22 kJ/kg dari tabel diperoleh:
T3 = 1538,70 K         vr3= 6,588
Tekanan pada akhir proses pemasukan kalor (P3)
P3 = 3897,68 kPa
b.      Proses 3-4 ekspansi isentropik
vr4 = 52,704
Berdasarkan harga vr4 = 52,704dari tabel diperoleh: T4 = 774,54 K u4 = 571,72 kJ/kg
Besarnya kalor yang dibuang dari sistem: qout = u4 – u1
=  (571,72 – 214,07) kJ/kg
=   357,65 kJ/kg    
Kata in dan out telah menyatakan arah dari suatu proses. Jadi kalor yang keluar dari sistem yang harusnya bernilai negative tetapi karena sudah ada kata out berarti kalor keluar dari sistem.
Akan tetapi:
qout = – q4−1
Sebab  q4−1 = u1 – u4 = – 357,65 kJ/kg
Kerja bersih siklus:
wnet = qin –  qout
= (750 – 357,65) kJ/kg
= 392,35 kJ/kg
c.       Efisiensi thermal siklus:
Ƞ          = 
            = 
            = 52,31 %
d.      Mean effective pressure:
Mep = 
Mep =  = 494,77  kPa
e.       Φ4 = (u4 – u0) – T0 (s4 – s0) + P0 (V4 – V0)
Φ4 = 357,65 kJ/kg – 300K [0,70799 kJ/(kg.K)] + 0
Φ4 = 145,253 kJ/kg
23.  Siklus otto udara standart memiliki perbandingan kompresi 8. Pada awal kompresi temperaturnya ialah 300 K dan tekanan 100 kPa. Jika tempetaur maksimum siklus ini adalah 1200 K, maka tentukan :
a.       kalor yang dipasok per kg udara
b.      kerja netto yang dilakukan per kg udara
Penyelesaian :
Temperatur pada tingkat 2 dan 4 ditentukan dari hubungan proses isentropic dengan perbandingan kalor spesifik = 1.4.
atau T2 = (300 K) (8)0.4 = 689,2 K
dan
atau T4 = (1200 K) (1/8)0.4 = 522,3 K
a.        Untuk temperature rata-rata (1200 + 689,2)/2 = 944,6, nilai spesifik pada volume konstan cv = 0.754 kJ/kg k. Kalor yang dipasok per kg udara (sepanjang proses 2-3) sama dengan perubahan energi dalam sehingga :
b.      Kerja yang dilakukan per kg udara dilakukan oleh :
W net = - q 4-1 – q 2-3
Selama proses pembuangan kalor, cv = 0,7165 kJ/kg K, sehingga :
q 4-1 = cv (T1 – T4) = (0,7165 kJ/kg K) [ (300 – 522,3) K ] = - 159,3 kJ/kg
Oleh sebab itu :
W net = 159,3 – 385,1 = - 25,8 kJ/kg
24.  Sebuah siklus diesel ideal dengan udara sebagai fluida kerja mempunyai perbandingan kompresi 18 dan cutoff ratio rc = 2. Pada awal proses kompresi tekanan dan temperatur 1 bar dan 27 oC serta volume awal V1= 1,9 liter. Jika harga k = 1,4  dan cp = 1005 J/kg K, hitunglah:
a.       Temperatur dan tekanan pada setiap  siklus
b.      Kerja bersih
c.       Efisiensi termal
d.      Tekanan efektip rata-rata
Penyelesaian :
a.       Temperatur dan tekanan pada setiap siklus
Pada titik 1:
Temperatur , T1 = 300 K
Tekanan, p1    = 1 bar =100 kPa
Pada titik 2:
Temperatur, T2 = T1 
T2 = 300 
T2 =  953,3 K
Tekanan, p2 = p1
p2 = 100 kPa 
p2 = 5719,8 kPa
Pada ttitk 3:
Temperatur , T3
Tekanan, p3 = p2 = 5719,8 kPa
Pada titik 4:
Temperartur, T4
T4  = T3 
cutoff ratio rc = 2
V3/V2 = 2
V3 = 2 x V2 = 2 x 0,106 = 0,212
T4  = 1906,6 
 T4 = 793,03 K
Tekanan, p4
P4 = p3
P4 =5719,8 kPa
P4 = 265, 46 kPa
b.      Kerja net
wnet = Qin - Qout
Qin = m cp (T3 – T2)
Qin = 0,002 kg x 1005 J/kg K (1906,6 – 953,3)
Qin = 1916,13 J
Qout = m cv (T4 – T1)
Qout = 0,002 kg x 718 kJ/kg K (793,03 – 300) K = 707,99 J
Maka: Wnet = 1916,13 – 707,99 = 1208,14 J
c.       Efisiensi termal
Atau :
d.      Tekanan efektip rata-rata, MEP
25.  Terletak dimanakah perbedaan mesin diesel dan mesin otto?
a.       pembuangan
b.      Permukaan
c.       Pendinginan
d.      Permulaan Pembakaran
Jawaban : D
Pembahasan :
Perbedaan mesin diesel dengan mesin otto terletak pada permulaan pembakarannya. Pada motor bensin, campuran udara-bensin dikompresi dibawah temperatur pembakaran bahan bakar dan proses pembakarannya dimulai dari percikan bunga api pada busi. Sedangkan pada mesin diesel, udara murni diisap dan dikompresi diatas temperatur pembakaran bahan bakar. Jadi, pada mesin diesel tidak terdapat karburator dan busi tetapi diganti oleh injektor bahan bakar.
26.  Pada mesin diesel apakah yang dikompresi?
a.       Udara
b.      Air
c.       Solar
d.      Bensin
Jawaban : A
Pembahasan :
Pada mesin diesel, yang dikompresi adalah udaranya saja sehingga mesin diesel dapat didesain pada perbandingan kompresi yang tinggi, antara 12 sampai 24.
27.  Apakah prinsip kerja motor diesel?
a.       Merubah energi kimia menjadi energi potensial
b.      Merubah energi mekanis menjadi energi kimia
c.       Merubah energi kimia menjadi energi mekanis
d.      Merubah energi Gerak menjadi energi listrik
Jawaban: C
Pembahasan :
Prinsip kerja motor diesel adalah merubah energi kimia menjadi energi mekanis. Energi kimia di dapatkan melalui proses reaksi kimia (pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan oksidiser (udara) di dalam silinder (ruang bakar). Penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak. Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak  bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.
28.  Apakah yang menyebabkan torak dapat bergerak  bolak-balik (reciprocating)?
Pembahasan :
Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak  bolak-balik (reciprocating).
29.  Terjadi proses apakah pada no 3-4 ?











a.       Awal Pembilasan
b.      Langkah kerja V bertambah, P turun (adiabatic)
c.       Pembakaran, P naik, V = c (isokhorik)
d.      Akhir Pembilasan
Jawaban : B
Pembahasan :
Keterangan:
1-2 = Langkah kompresi tekanan bertambah, Q = c (adiabatic)
2-3 = Pembakaran, P naik, V = c (isokhorik)
3-4 = Langkah kerja V bertambah, P turun (adiabatic)
4-5 = Awal Pembuangan
5-6 = Awal Pembilasan
6-7 = Akhir Pembilasan

30.  Terjadi proses apakah pada no 4-1?









a.       Langkah isap pada P = c (isobarik)
b.      Pengeluaran kalor sisa pada V = c (isokhorik)
c.       Langkah buang pada P = c
d.      Langkah kompresi , P bertambah, Q = c (adiabatik)
Jawaban : B
Pembahasan :
Keterangan:
0-1  = Langkah isap pada P = c (isobarik)
1-2  = Langkah kompresi , P bertambah, Q = c (adiabatik)
2-3  = Pembakaran, P naik, V = c (isokhorik)
3-4  = Langkah kerja P bertambah, V = c (adiabatik)
4-1  = Pengeluaran kalor sisa pada V = c (isokhorik)
1-0  = Langkah buang pada P = c
31.  Komponen yang manakah yang berfungsi untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar?
a.       Intercooler
b.      Supercharger
c.       Turbocharger
d.      Crankshaft
Jawaban : A
Pembahasan :
Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.
32.  Apakah fungsi dari komponen Turbocharger?
a.       Mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar
b.      Memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar
c.       Memompa bahan bakar
d.      Membuang uap
Jawaban : B
Pembahasan :
Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.
33.  Siapakah yang pertama kali menyatakan tentang siklus diesel?
a.       Rudolph Diesel
b.      Richard Diesel
c.       David Diesel
d.      George Diesel
Jawaban: A
Pembahasan :
Siklus Diesel adalah siklus ideal untuk mesin torak pengapian-kompresi yang pertama kali dinyatakan oleh Rudolph Diesel tahun 1890.
34.  Yang mana dibawah ini yang bukan aplikasi mesin diesel?
a.       mesin kereta api
b.      unit pembangkit daya
c.       truk/trailer
d.      mesin pendingin
Jawaban : D
Pembahasan :
Mesin Diesel dipilih untuk aplikasi kendaraan berat (mesin yang membutuhkan daya yang besar) seperti mesin kereta api (locomotive), unit pembangkit daya (generator-set), kapal laut pengangkut, truk/trailer berat
35.  Proses apakah “Piston dari Titik Mati Bawah (TMB) silinder terisi udara dan kedua katup masuk dan keluar tertutup, udara terjebak dan dikompresi di dalam silinder” pada mesin diesel dua langkah?
a.       Adiabatis
b.      Ekspansi
c.       Kompresi
d.      Injeksi
Jawaban : C
Pembahasan :
Langkah  pada mesin diesel dua langkah:
1.      Kompresi
Piston dari Titik Mati Bawah (TMB) silinder terisi udara dan kedua katup masuk dan keluar tertutup, udara terjebak dan dikompresi di dalam silinder.
2.      Injeksi.
Pada akhir langkah kompresi, bahan bakar diinjeksikan dan pembakaran terjadi.
3.      Ekspansi.
Gas hasil pembakaran mengakibatkan ekspansi dan piston bergerak mundur, kira-kira pada akhir langkah katup keluar terbuka, dan gas buang keluar.

36.  Mengapa pada siklus diesel tidak perlu menggunakan busi?
a.       Suhu meningkat dan tekanan udara rendah
b.      Suhu rendah dan tekanan udara meningkat
c.       Suhu dan tekanan udara sudah sangat rendah
d.      Suhu dan tekanan udara sudah sangat tinggi
Jawaban : D
Pembahasan :
Penekanan secara adiabatik menyebabkan suhu dan tekanan udara meningkat. Selanjutnya injector alias penyuntik menyemprotkan solar. Karena suhu dan tekanan udara sudah sangat tinggi maka ketika solar disemprotkan ke dalam silinder, solar langsung terbakar,sehingga tidak perlu menggunakan busi.
37.  Apa yang anda ketahui tentang siklus ericson ?
Jawab
Siklus ini ditemukan oleh Ericsson, yang terdiri dari dua proses isotermal dan dua proses tekanan konstan. Diagram p-v dan T-s ditunjukkan oleh Gambar 6. Saat ini siklus Ericsson banyak digunakan dalam pembuatan turbin gas jenis siklus tertutup.
38.  Bahan bakar yang berbentuk gas yang biasanya digunakan untuk turbin gas adalah gas dapur tinggi, gas bumi dan gas yang diperoleh dari instalasi penguapan gas arang untuk industri. Gas dapur tinggi adalah barang sisa-sisa dan harganya murah, tetapi nilai kalornya rendah. Gas bumi adalah bahan bakar yang ideal untuk turbin gas yang mengandung Methan (CH4) dengan kadar 65 % sampai 92 %. 
a) Barapakan temperatur akhir t2 suatu proses kompresi presi tanpa kerugian (isentrop)dari 1 bar, 20°C menjadi 8 bar.
Jawab: t2 = 240oC.
b) Berapakah jumlah kalori yang harus diberikan, bila akan memanaskan udara kompresi dart 8 bar, 240oC menjadi 8 bar, 750°C.
Jawab:
Dari kondisi awal h2 = 235 KJ/Kg, pada 8 bar, 240°C pergi mengikuti garis p = 8 bar, sampai memotong garis datar t3 = 750°C. Maka dari sini didapat h3 = 835 KJ/Kg.
Dengan demikian panas yang harus diberikan adalah h3 - h2 = 835 - 235 = 600 KJ/Kg.
c) Berapakah selisih entalpi (panas jatuh) yang bekerja didalam turbin gas,bila keadaan sebelum turbin 8 bar, 750oc dan berekspansi isentrop sampai 1 bar.
Jawab:
sebelum turbin h3 = 835 KJ/KG
sesudah turbin h4 = 362 KJ/Kg
h3 – h4 = 473 KJ/
d) Berapakan tingkat dari suatu turbin gas yang be kerja dengan panas jatuh rata-rata hst = 120 KJ / Kg.
Jawab: z = (h3 - h4) / hst = 473120 =3,94 jadi dibuat 4 tingkat.
e) Bagaimanakah keadaan gas bekas di sisi sebelah ke luar turbin, bila randemen dalam turbin adalah = 0,87.
Jawab:
Hi = ht . i = 473.0,87 = 410 KJ/Kg. Hal ini digambarkan pada diagram h - s , dengan 1 bar, 395oC , jadi h gas bekar = 425 KJ/Kg.
39.   Uap air berada pada silinder dengan kondisi awal 3.0 MPa dan 300 oC (status 1). Air tersebut didinginkan pada volume tetap hingga mencapai suhu 200 oC (status 2). Selanjutnya dikempa pada kondisi isotermal hingga tekanan mencapai 2.5 Mpa (status 3).
(a) Gambarkan proses tersebut pada diagram T-v dan diagram p-v.
(b) Tentukan volume jenis pada status 1,2,3, dan mutu uap pada status 2.
Jawab :
(a) Dengan menggunakan tabel uap diketahui bahwa Suhu T1 (300 oC) lebih besar dari suhu jenuh pada tekanan p1 (3.0 MPa) yaitu 233.9 oC, sehingga status 1 berada pada wilayah super panas. Pendinginan pada kondisi volume jenis tetap mengikuti proses yang tegak lurus dengan sumbu datar “v” diteruskan hingga mencapai garis suhu 200 oC untuk mendapatkan status 2. Pengempaan isotermal mengikuti proses di sepanjang garis suhu 200 oC. Pada wilayah dua fase (cair-uap) garis suhu berimpit dengan garis tekanan hingga mencapai garis jenuh cair. Kemudian dilanjutkan pada garis suhu yang sama hingga mencapai tekanan 2.5 MPa untuk mendapatkan status 3.
(b) Dari tabel uap super panas diperoleh bahwa volume jenis pada status 1 (v1) adalah 81.1 cm3/kg (dengan memasukkan nilai p=3.0 MPa dan T=300 oC) yang mana harus sama dengan v2 (volume jenis pada status 2). Dengan memasukkan nilai p=2.5 MPa dan T=200 oC ke tabel uap super dingin diperoleh nilai v3 = 1.1555 cm3/kg. Mutu uap pada status 2 (x2) dapat ditentukan melalui volume jenis yaitu dengan mengetahui volume jeni saat jenuh cair (vf) dan jenuh uap (vg) pada suhu status tersebut (200 oC) yaitu vv=1.1565 cm3/kg dan vg=124.4 cm3/kg. Diperoleh x2 = (81.1-1.156)/(124.4-1.1565)=0.633

40.  Jelaskan prinsip kerja turbin gas tertutup !
Jawab

Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalahsebagai berikut:
1.      Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan.
2.      Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
3.      Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle).
4.      Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan
41. Sebutkan kerugian yang di alamin turbin gas tertutup ?
Jawab :
Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
1.      Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan(pressure losses) di ruang bakar.
2.      Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkanterjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
3.      Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahantemperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
4.      Adanya mechanical loss, dsb

42.  Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi bersuhu 800°K mempunyai efisiensi sebesar 40%. Berapakah suhu reservoir tinggi supaya efisiensinya naik menjadi 80%?
 Penyelesaian:
ρ=1-T2 T1
 0,4=1-T2 800
 T2 = 480°K
Berarti suhu reservoir suhu rendah = 480°K,  Agar efisiensi mesin menjadi 80%, maka suhu reservoir suhu tinggi (T1) harus dinaikkan menjadi:
 0,8=1 - 480 T1
 T1=2400
43.  Sebuah mesin menyerap kalor dari sumber kalor bersuhu 689°C dan membuang kalor pada sumber kalor bersuhu 397°C. Berapa efisiensi maksimum kalor itu?
 Penyelesaian:
 Dik:
T1 =689
 T2 =397
 Dit: η.......?
 Jawab: T1 =689+273=962 K
T2 =397+273=660 K
Efisiensi maksimum (efisiensi mesin Carnot) η=1-T2 T1 =1-670962.100% =30%
44.  Untuk menaikkan efisiensi menjadi 36%, berapakah suhu sumber tinggi harus dinaikkan? Penyelesaian:
 ρ = 1 – T2 T1 0,2 = 1 – T2 800 = 640 K
 Berarti suhu reservoir suhu rendah = 640°K
Agar efisiensi mesin menjadi 36%, maka suhu reservoir suhu tinggi (T1) harus dinaikkan menjadi: 0,36=1-640 T1
 T1 =1000K
45.  Sebuah mesin menyerap kalor dari sumber kalor bersuhu 689 0C dan membuang kalor pada sumber kalor bersuhu 397 0C. Berapa efisiensi maksimum mesin kalor itu?
 Penyelesaian:
T1 = 689 + 273 = 962 K
T2 = 397 + 273 = 660 K
Efisiensi maksimum (efisiensi mesin carnot ) = 30%
46.  Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi bersuhu 800 K memiliki efisiensi 40%. Agar efisiensi maksimumnya naik menjadi 50%, tentukanlah kenaikan suhu yang harus dilakukan pada reservoir suhu tinggi.
Jawab
Diketahui: T1 = 800 K,  ɳ1= 40%, dan η2 = 50%.
Cara umum
• Efisiensi mesin semula η1 = 40%
• Agar efisiensi menjadi η2 = 50% untuk T2 = 480 K
T1 = ɳ1 /  50% = 480/ K 0,5
T1 = 960 K
Jadi, temperatur suhu tinggi harus dinaikkan menjadi 960 K.
47.  Suatu gas dipanaskan pada tekanan tetap sehingga memuai, seperti terlihat pada gambar.
Tentukanlah usaha yang dilakukan gas. (1 atm = 105 N/m2)
Jawab
Diketahui: p = 2 atm, V1 = 0,3 L, dan V2 = 0,5 L.
1 liter = 1 dm3 = 10–3 m3
W = p ( ΔV) = p (V2 – V1)
= 2 × 105 N/m2 (0,5 L – 0,2 L) × 10–3 m3 = 60 Joule.

48.  Gambar berikut menunjukkan suatu siklus termodinamika dari suatu gas ideal. Tentukanlah usaha yang dilakukan gas:
a.       dari keadaan A ke B,
b.      dari B ke C,
c.       dari C ke D,
d.      dari D ke A, dan
e.       dari A kembali ke A melalui B, C, dan D
Jawab
Diketahui: p = pB = 2 N/m2, pD = pC = 1 N/m2, VA = VD = 2 m3, dan VB = VC = 3 m3.
a.       WAB = p (VB – VA) = (2 × 105 N/m2) (3 – 2) × 10–3 m3 = 200 joule
b.      WBC = p (VC – VB) = 0
c.       WCD= p (VD – VC) = (1 × 105 N/m2) (2 – 3) × 10–3 m3 = -100 joule
d.      WDA= p (VA – VD) = 0
e.       WABCDA = Wsiklus = 200 Joule + 0 – 100 Joule + 0 = 100 joule
selain itu, dapat ditentukan dengan cara
WABCDA = Wsiklus = luas arsiran
= (2 – 1) × 105 N/m2(3 – 2) × 10–3 m3
= 100 joule.
49.  Sepuluh mol gas helium memuai secara isotermal pada suhu 47°C sehingga volumenya menjadi dua kali volume mula-mula. Tentukanlah usaha yang dilakukan oleh gas helium.
Jawab
Diketahui: T = 47°C = (47 + 273) K = 320 K dan V2 = 2V1.
Usaha yang dilakukan gas pada proses isotermal:
50.  Suatu gas yang volumenya 1,2 liter perlahan-lahan dipanaskan pada tekanan tetap 1,5 × 105N/m2 hingga volumenya menjadi 2 liter. Berapakah usaha yang dilakukan gas?
Jawab
Diketahui: V1 = 1,2 L, V2 = 2 L, dan p = 1,5 × 105 N/m2.
1 liter = 1 dm3 = 10–3 m3
Usaha yang dilakukan gas pada tekanan tetap (isobarik) adalah
W = p (V2 – V1) = (1,5 × 105 N/m2) (2 – 1,2) × 10–3 m3 = 120 joule

51.  Suatu gas ideal mengalami proses siklus seperti grafik p – V berikut.
Tentukanlah:
a.       usaha gas dari A ke B,
b.      usaha gas dari B ke C,
c.       usaha gas dari C ke A, dan
d.      usaha netto gas dalam satu siklus.
Jawab
Diketahui: pA = pB = 3 × 105 Pa, pC = 1 × 105 Pa, VA = 2 L, dan VB = VC = 6 L.
a. Proses A ke B adalah proses isobarik. Usaha dari A ke B dapat dihitung dengan persamaan WAB= p(VB – VA)
= 3 × 105 Pa (6 – 2) × 10–3 m3 = 1.200 joule
b. Prose B ke C adalah proses isokhorik. Oleh karena VC = VB, usaha yang dilakukan gas WBC = 0
c. Proses dari C ke A adalah isotermal. Oleh karena pC:VC = pA:VA, usaha dari C ke A adalah
WCA = (1 × 105 N/m2)(6 × 10–3 m3)ln 3/6 = – 415,8 joule
d. Usaha netto gas dalam satu siklus ABCA :
Wsiklus = WAB + WBC + WCA = 1.200 joule + 0 + (–415,8 joule) = 784,2 joule
52.  Usaha sebesar 2 × 103 J diberikan secara adiabatik untuk memampatkan 0,5 mol gas ideal monoatomik sehingga suhu mutlaknya menjadi 2 kali semula. Jika konstanta umum gas R = 8,31 J/mol K, tentukanlah suhu awal gas.
Jawab
Diketahui: W = 2 × 103 J, T2 = 2T1, dan n = 0,5 mol.
Jadi, suhu awal gas adalah 321 K.
53.  Udara memasuki kompresor turbin gas pada 100 kPa  dan 25˚C. Untuk rasio tekanan 5 dan temperatur maksimum 850˚C tentukan rasio usaha balik dan efisiensi termalnya dengan menggunakan siklus brayton
Jawab:
Untuk menentukan rasio usaha baliknya:
 =  =
Temperaturnya adalah T1 = 298 K
T2 = T1(  = (298)  = 472 K
T4 = T3  = (1123)(  = 701,1 K
Maka rasio usaha baliknya adalah:
 =  = 0,420 
Atau 42 %
Efisiensi termalnya: ɳ =1 -  = 0,369
SUMBER REFERENSI :
Perpustakaancyber. 2013. Usaha dan Proses dalam Termodinamika Hukum Termodinamika 1 2 3 Rumus Contoh Soal Kunci Jawaban. {terdapat di(http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/usaha-dan-proses-dalam-termodinamika-hukum-termodinamika-1-2-dan-3-rumus-contoh-soal-kunci-jawabansoal termodinamika
1.      Kegiatan di bawah ini yang memanfaatkan proses perubahan wujud benda cair menjadi padat yaitu peristiwa...
a.       pemanasan air
b.      peleburan logam
c.       pembuatan es krim
d.      pembuatan es kering dari korbondioksida
Jawaban : C
Membeku merupakan peristiwa perubahan wujud benda dari cair menjadi padat. Kegiatan yang memanfaatkan proses perubahan wujud benda dari cair menjadi padat adalah proses pembuatan es krim.
2.      Contoh peristiwa yang menunjukkan proses penyubliman yaitu...
a.       gelas retak ketika diisi air panas
b.      baju di jemuran kering ketika cuaca panas
c.       balon pecah ketika terpapar panas matahari
d.      kampir habis karena berada di tempat terbuka
Jawaban : D
Menyublim adalah peristiwa perubahan zat padat menjadi gas atau sebaliknya (gas menjadi padat). Pada contoh di atas yang menunjukkan peristiwa penyubliman adalah kamper habis karena berada di tempat terbuka.
3.      Contoh perubahan wujud benda yang berupa mengembun yaitu pada peristiwa...
a.       es di dalam gelas
b.      mentega dipanaskan
c.       kamper dibiarkan dalam lemari
d.      terbentuknya butiran air pada tutup gelas
Jawaban : D
Mengembun adalah proses perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Contoh perubahan wujud benda yang berupa mengembun yaitu pada peristiwa terbentuknya butiran air pada tutup gelas.
4.      Proses menyebarnya bau harum dari minyak wangi yang diletakan di kamar merupakan contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari...
a.       padat menjadi cair
b.      padat menjadi gas
c.       cair menjadi gas
d.      cair menjadi padat
Jawaban : C
Menyebarnya bau harum dari minyak wangi yang diletakan di kamar merupakan contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari cair menjadi gas (menguap).
5.      Contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari padat menjadi cair terdapat pada...
a.       mentega dipanaskan di penggorengan
b.      air dimasukkan ke dalam freezer
c.       kamper diletakkan di dalam lemari
d.      air dipanaskan terus menerus
Jawaban : A
Pemanfaatan perubahan wujud benda dari padat menjadi cair (mencair) terdapat pada peristiwa mentega dipanaskan di penggorengan.
6.      Lahar panas yang mengalir dari letusan gunung berapi akan menjadi batu dan pasir jika telah dingin. Peristiwa ini merupakan contoh...
a.       peleburan
b.      pembekuan
c.       penyubliman
d.      pengembunan
Jawaban : B
Lahar panas yang mengalir dari letusan gunung berapi akan menjadi batu dan pasir jika telah dingin, peristiwa tersebut merupakan contoh peristiwa pembekuan (perubahan wujud dari cair menjadi padat).
7.      Peleburan perak merupakan salah satu contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari....
a.       cair menjadi gas
b.      cair menjadi padat
c.       padat menjadi cair
d.      padat menjadi gas
Jawaban : C
Pada proses peleburan perak terjadi perubahan wujud dari zat padat menjadi cair.
8.      Saat hujan deras Nani berada di dalam mobil. Meskpun kaca depan bagian luar selalu dibersihkan dari air, kaca bagian dalam tetap basah. Peristiwa tersebut menunjukkan...
a.       pencairan 
b.      penguapan
c.       pembekuan
d.      pengembunan
Jawaban : D
Pada peristiwa di atas terjadi proses perubahan wujud benda dari gas (uap air) menjadi titik-titik air, proses tersebut dinamakan proses pengembunan.
9.      Perubahan wujud zat dari cair menjadi padat dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada peristiwa...
a.       pembuatan genting
b.      pengisian bahan bakar gas LPG
c.       pembakaran kayu untuk kayu bakar
d.      membekunya minyak kelapa pada saat udara dingin
Jawaban : D
Perubahan wujud zat dari cair menjadi padat (membeku) dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh peristiwa membekunya minyak kelapa pada saat udara dingin.
10.  Minyak asiri diperoleh dengan melalui proses penyulingan dengan mendinginkan uapnya. Proses pembuatan minyak atsiri memanfaatkan perubahan wujud....
a.       gas menjadi cair
b.      cair menjadi padat
c.       padat menjadi gas
d.      gas menjadi padat
Jawaban : A
Proses pembuatan minyak atsiri (penyulingan) merupakan contoh perubahan wujud zat dari gas menjadi cair (pengembunan).
11.  Di bawah ini termasuk perubahan fisika, kecuali ….
a.       Penguapan
b.      Pengembunan
c.       Pembekuan
d.      Pembakaran
Jawaban : D
Perbahan wujud zat dalam fisika ada 6, yaitu Penguapan, Pengembunan, Pembekuan, Pencairan, Penyubliman, Pemadatan.
12.  Perhatikan bagan perubahan wujud zat berikut!


Perubahan wujud yang ditunjukkan nomor 2, 4, dan 6 berturut-turut dinamakan …
a.       mencair, menguap, menyublim
b.      menguap, menyublim, membeku
c.       menyublim, mengembun, membeku
d.      mengembun, menyublim, mencair
Jawaban : D
Gambar nomor 2, perubahan wujud gas menjadi cair yaitu mengembun.
Gambar nomor 4, perubahan wujud padat menjadi gas yaitu menyublim.
Gambar nomor 6, perubahan wujud padat menjadi cair yaitu mencair.
13.  Sebongkah es dimasukkan ke dalam suatu wadah, kemudian dipanasi. Perubahan wujud yang mungkin terjadi secara berurutan adalah .…
a.       zat cair menjadi zat padat
b.      zat cair menjadi gas
c.       zat padat menjadi zat cair
d.      zat padat menjadi gas
Jawaban : C
Sebongkah es yang dipanaskan akan mencair (zat padat menjadi zat cair).
14.  Grafik di bawah ini menyatakan hubungan antara suhu T dengan kalor Q yang diberikan pada 1 gram zat padat. Besar kalor uap zat padat tersebut adalah ...

a.       60 kalori/gram
b.      70 kalori/gram
c.       80 kalori/gram
d.      90 kalori/gram
e.       100 kalori/gram
Jawaban : C
Dik :    Q = 140 kalori – 60 kalori = 80 kalori
            m = 1 gram
Dit :     kalor uap zat padat (Ly) ?
Jawab :
Q = m Ly
Ly = 
Ly = 
Ly = 80 kalori/gram
15.  Di bawah ini adalah grafik kalor terhadap suhu dari 1 kg uap pada tekanan normal. Kalor didih air 2256 x 103 J/kg dan kalor jenis air 4,2 x 103 J/kg K, maka kalor yang dilepas pada perubahan dari uap menjadi air adalah ...

a.       4,50 x 103 Joule
b.      5,20 x 103 Joule
c.       2,00 x 106 Joule
d.      2,26 x 106 Joule
e.       4,40 x 106 Joule
Jawaban : D
Dik :    Ly = 2256 x 103 J/kg
            c = 4200 J/kg K
            m = 1 kg
Dit :     kalor yang dilepas (Q) ?
Jawab :
Q = m Ly
Q = 1 kg . 2256 x 103 J/kg
Q = 2,256 x 106 J
16.  Banyaknya kalor yang diserap untuk menaikkan suhu air bermassa 2 kg dari -20C sampai 100C adalah ... kalor jenis air 4200 J/kg 0C, kalor jenis es 2100 J/kg 0C, kalor lebur air (LF) = 334000 J/kg.
a.       760400 J
b.      750000 J
c.       668000 J
d.      600000 J
e.       540000 J
Jawaban : A
Dik :    mair = 2 kg
            Tawal = -2 0C
            Takhir = 10 0C
            ces = 2100 J/kg 0C
            cair = 4200 J/kg 0C
            LF = 334000 J/kg
Dit :     kalor yang diserap (Q) ?
Jawab :
Q1 = m.ces.ΔT = (2 kg)(2100 J/kg 0C)(0 0C – (-2 0C)) = 8400 J
Q2 = m.LF = (2 kg)(334000 J/kg) = 668000 J
Q3 = m.cair.ΔT = (2 kg)(4200 J/kg 0C)(10 0C – 0 0C) = 84000 J
Q = Q1 + Q2 + Q3 = 8400 J + 668000 J + 84000 J
Q = 760400 J
17.  Pemanfaatan perubahan wujud benda yang tepat terdapat pada ….
            Jawaban : D
Pemanfaatan perubahan wujud benda: 
ü  penyemprotan minyak wangi sehingga membasahi pakaian dan menyebar bau harum: merupakan perubahan wujud cair menjadi gas àmenguap 
ü  kapur barus diletakkan dalam lemari pakaian akan habis karena bereaksi dengan udara: merupakan perubahan dari padat menjadi gas àmenyublim 
ü  pembersihan butiran es yang menempel pada dinding freezer dalam lemari es dengan menaikkan suhu: perubahan wujud padat menjadi cair akibat pemanasan à mencair 
ü  pemisahan biji timah dari batuan dengan suhu tinggi sehingga timah meleleh: perubahan dari padat menjadi leleh (cair) mencair/meleleh 
18.  Perhatikan tabel!
Contoh perubahan wujud yang benar adalah ….
            Jawaban : B
a.       I – M, II – O, dan III – L
b.      I – M, II – K, dan IV – N
c.       III – K, I – L, dan V – O
d.      V – L, III – M, dan IV – N
Perubahan wujud benda sebagai berikut: 
       I.            Membeku: cair menjadi padatàmisalnya:air (cair) dimasukkan ke dalam lemari es akan membeku (padat) (M) 
    II.            Mencair: padat menjadi cair àmisalnya:mentega (padat) yang dipanaskan akan menjadi cair (K) 
 III.            Menguap: cair menjadi gas àmisalnya:bensin (cair) dibiarkan di ruang terbuka akan menguap (gas) (O) 
 IV.            Mengembun: gas menjadi cairàmisalnya:terbentuk titik air di daun ketika pagi hari (N) 
    V.            Menyublim: padat menjadi gas àmisalnya: kapur barus (padat) diletakkan di ruangterbuka (L)
19.  Sepotong es massanya 10 kg dan suhunya 0 0C (pada titik leburnya), kepada es itu diberikan kalor 800 K kal. Bila kalor lebur es 80 K kal kg-1. Bagaimana keadaan es itu setelah menerima kalor ?
a.       Seluruhnya melebur menjadi air dan suhunya lebih dari 0 0C.
b.      Sebagian melebur menjadi air dan sebagian tetap berupa es, suhu air dan es itu 0 0C.
c.       Sebagian melebur menjadi air dan suhu lebih besar dari 0 0C dan sebagian tetap berupa es dengan suhu 0 0C.
d.      Suhu es akan turun menjadi lebih kecil dari 0 0C.
e.       Seluruh es akan menjadi air dengan sushu tetap 0 0C.
Jawaban : E
Kalor yang diperlukan untuk meleburkan es
Q = m L = 10.80 = 80 K kal
Karena kalor yang diberikan = kalor yang diperlukan untuk meleburkan es, maka seluruh es melebur menjadi air 0 0C.
20.  Suatu zat padat diberi sejumlah kalor, kemungkinan yang dapat terjadi adalah:
1.      Suhu zat naik
2.      Suhu zat tetap
3.      Zat mencair
4.      Zat menjadi gas
Pernyataan yang benar adalah ...
a.       1,2 dan 3
b.      2 dan 4
c.       1 dan 3
d.      4 saja
e.       2,3 dan 4
Jawaban : C
Suatu zat padat diberi sejumlah kalor yang akan terjadi adalah suhu zat naik dan zat mencair.
21.  Sebuah siklus standar udara Otto mempunyai temperatur maksimum 2200 K dan rasio kompressi 8. Kondisi pada awal proses kompressi adalah 1 bar, 290 K dan 400 cm3. Hitunglah:
a.       Massa udara di dalam sistem, [kg]
b.      Temperatur pada akhir langkah kompressi, [K]
c.       Kalor yang dimasukkan ke sistem, [kJ]
d.      Temperatur pada akhir langkah ekspansi, [K]
e.       Kalor yang dibuang dari sistem, [kJ]
f.       Efisiensi thermal siklus
Penyelesaian
Data yang diketahui :
r =  
T3 = 2200 K
P1 = 100 kPa           T1 = 290 K      V1 = 400 cm3
a.       Massa udara di dalam sistem tetap. Dengan persamaan gas ideal diperoleh :
m = 
m =  = 4,806 X 10-4 kg
b.      Temperatur pada akhir langkah kompressi (T2) diperoleh dengan melihat bahwa proses 1− 2 adalah kompressi isentropik.
T2 = 666,245 K
c.       Kalor yang dimasukkan ke dalam sistem Qin = m.cv .(T3 – T2)
= 4,806 x 10-4 kg x 0,7165kJ/(kg.K) (2200 – 666,245) K
= 0,5281 kJ
d.      Temperatur pada akhir langkah ekspansi (T4) diperoleh dengan melihat bahwa proses 3-4 adalah ekspansi isentropik.
T4 = 957,606 K
e.       Kalor yang dibuang dari sistem
Qout      = mcv (T4 – T1)
= 4,806 x 10-4 kg x 0,7165 kJ/(kg.K) (957,606 – 290) K
= 0,2299 kJ
f.       Efisiensi thermal siklus :
Ƞ          = 
            = 
            = 56,47 %
22.  Sebuah siklus Otto ideal mempunyai rasio kompresi 8. Kondisi udara pada awal proses kompresi adalah 95 kPa dan 27oC; kalor sebesar 750 kJ/kg dipindahkan selama proses pemasukan pada volume konstan. Dengan memperhitungkan variasi kalor spesifik sebagai fungsi waktu, hitunglah:
a.       Temperature  dan tekanan pada akhir proses pemasukan
The net work output
Efisiensi thermal siklus
Mean effective pressure
Bila temperatur sumber 2000 K dan temperture sink 300 K hitung total irreversibilitas proses, dan availability pada akhir langkah tenaga
Penyelesaian
Diketahui
Fluida : udara dengan Cp dan Cv bervariasi terhadap temperatur.
Meski Cp dan Cv bervariasi tetapi R = Cp – Cv  nilainya konstan. Untuk
r = 
P1 = 95 kPa
T1 = 300 K
Tsink = 300 K
Tsource = 2000 K
Qin = 750 kJ/kg
a.       Volume spesifik pada titik 1 adalah :
V1        = 
=  = 0,9063 m3/kg
Volume spesifik titik 2 :
 = 8
V2 = 0,1133 m3/kg
Dari tabel berdasarkan harga T1 = 27oC = 300K: u1 = 214,07 kJ/kg vr1 = 621,2
Untuk proses 1-2:
vr2 = 77,65
Berdasarkan harga vr2 = 77,65 dari tabel diperoleh: T2 = 673,09 K u2 = 491,22 kJ/kg Tekanan pada akhir langkah kompressi:
P2 = 1705,00 kPa
Jumlah kalor yang disuplai ke sistem: qin = u3 – u2
u3 = qin + u2
= (750 + 491,22) kJ/kg = 1241,22 kJ/kg
Berdasarkan u3 = 1241,22 kJ/kg dari tabel diperoleh:
T3 = 1538,70 K         vr3= 6,588
Tekanan pada akhir proses pemasukan kalor (P3)
P3 = 3897,68 kPa
b.      Proses 3-4 ekspansi isentropik
vr4 = 52,704
Berdasarkan harga vr4 = 52,704dari tabel diperoleh: T4 = 774,54 K u4 = 571,72 kJ/kg
Besarnya kalor yang dibuang dari sistem: qout = u4 – u1
=  (571,72 – 214,07) kJ/kg
=   357,65 kJ/kg    
Kata in dan out telah menyatakan arah dari suatu proses. Jadi kalor yang keluar dari sistem yang harusnya bernilai negative tetapi karena sudah ada kata out berarti kalor keluar dari sistem.
Akan tetapi:
qout = – q4−1
Sebab  q4−1 = u1 – u4 = – 357,65 kJ/kg
Kerja bersih siklus:
wnet = qin –  qout
= (750 – 357,65) kJ/kg
= 392,35 kJ/kg
c.       Efisiensi thermal siklus:
Ƞ          = 
            = 
            = 52,31 %
d.      Mean effective pressure:
Mep = 
Mep =  = 494,77  kPa
e.       Φ4 = (u4 – u0) – T0 (s4 – s0) + P0 (V4 – V0)
Φ4 = 357,65 kJ/kg – 300K [0,70799 kJ/(kg.K)] + 0
Φ4 = 145,253 kJ/kg
23.  Siklus otto udara standart memiliki perbandingan kompresi 8. Pada awal kompresi temperaturnya ialah 300 K dan tekanan 100 kPa. Jika tempetaur maksimum siklus ini adalah 1200 K, maka tentukan :
a.       kalor yang dipasok per kg udara
b.      kerja netto yang dilakukan per kg udara
Penyelesaian :
Temperatur pada tingkat 2 dan 4 ditentukan dari hubungan proses isentropic dengan perbandingan kalor spesifik = 1.4.
atau T2 = (300 K) (8)0.4 = 689,2 K
dan
atau T4 = (1200 K) (1/8)0.4 = 522,3 K
a.        Untuk temperature rata-rata (1200 + 689,2)/2 = 944,6, nilai spesifik pada volume konstan cv = 0.754 kJ/kg k. Kalor yang dipasok per kg udara (sepanjang proses 2-3) sama dengan perubahan energi dalam sehingga :
b.      Kerja yang dilakukan per kg udara dilakukan oleh :
W net = - q 4-1 – q 2-3
Selama proses pembuangan kalor, cv = 0,7165 kJ/kg K, sehingga :
q 4-1 = cv (T1 – T4) = (0,7165 kJ/kg K) [ (300 – 522,3) K ] = - 159,3 kJ/kg
Oleh sebab itu :
W net = 159,3 – 385,1 = - 25,8 kJ/kg
24.  Sebuah siklus diesel ideal dengan udara sebagai fluida kerja mempunyai perbandingan kompresi 18 dan cutoff ratio rc = 2. Pada awal proses kompresi tekanan dan temperatur 1 bar dan 27 oC serta volume awal V1= 1,9 liter. Jika harga k = 1,4  dan cp = 1005 J/kg K, hitunglah:
a.       Temperatur dan tekanan pada setiap  siklus
b.      Kerja bersih
c.       Efisiensi termal
d.      Tekanan efektip rata-rata
Penyelesaian :
a.       Temperatur dan tekanan pada setiap siklus
Pada titik 1:
Temperatur , T1 = 300 K
Tekanan, p1    = 1 bar =100 kPa
Pada titik 2:
Temperatur, T2 = T1 
T2 = 300 
T2 =  953,3 K
Tekanan, p2 = p1
p2 = 100 kPa 
p2 = 5719,8 kPa
Pada ttitk 3:
Temperatur , T3
Tekanan, p3 = p2 = 5719,8 kPa
Pada titik 4:
Temperartur, T4
T4  = T3 
cutoff ratio rc = 2
V3/V2 = 2
V3 = 2 x V2 = 2 x 0,106 = 0,212
T4  = 1906,6 
 T4 = 793,03 K
Tekanan, p4
P4 = p3
P4 =5719,8 kPa
P4 = 265, 46 kPa
b.      Kerja net
wnet = Qin - Qout
Qin = m cp (T3 – T2)
Qin = 0,002 kg x 1005 J/kg K (1906,6 – 953,3)
Qin = 1916,13 J
Qout = m cv (T4 – T1)
Qout = 0,002 kg x 718 kJ/kg K (793,03 – 300) K = 707,99 J
Maka: Wnet = 1916,13 – 707,99 = 1208,14 J
c.       Efisiensi termal
Atau :
d.      Tekanan efektip rata-rata, MEP
25.  Terletak dimanakah perbedaan mesin diesel dan mesin otto?
a.       pembuangan
b.      Permukaan
c.       Pendinginan
d.      Permulaan Pembakaran
Jawaban : D
Pembahasan :
Perbedaan mesin diesel dengan mesin otto terletak pada permulaan pembakarannya. Pada motor bensin, campuran udara-bensin dikompresi dibawah temperatur pembakaran bahan bakar dan proses pembakarannya dimulai dari percikan bunga api pada busi. Sedangkan pada mesin diesel, udara murni diisap dan dikompresi diatas temperatur pembakaran bahan bakar. Jadi, pada mesin diesel tidak terdapat karburator dan busi tetapi diganti oleh injektor bahan bakar.
26.  Pada mesin diesel apakah yang dikompresi?
a.       Udara
b.      Air
c.       Solar
d.      Bensin
Jawaban : A
Pembahasan :
Pada mesin diesel, yang dikompresi adalah udaranya saja sehingga mesin diesel dapat didesain pada perbandingan kompresi yang tinggi, antara 12 sampai 24.
27.  Apakah prinsip kerja motor diesel?
a.       Merubah energi kimia menjadi energi potensial
b.      Merubah energi mekanis menjadi energi kimia
c.       Merubah energi kimia menjadi energi mekanis
d.      Merubah energi Gerak menjadi energi listrik
Jawaban: C
Pembahasan :
Prinsip kerja motor diesel adalah merubah energi kimia menjadi energi mekanis. Energi kimia di dapatkan melalui proses reaksi kimia (pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan oksidiser (udara) di dalam silinder (ruang bakar). Penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak. Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak  bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.
28.  Apakah yang menyebabkan torak dapat bergerak  bolak-balik (reciprocating)?
Pembahasan :
Pada umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak  bolak-balik (reciprocating).
29.  Terjadi proses apakah pada no 3-4 ?











a.       Awal Pembilasan
b.      Langkah kerja V bertambah, P turun (adiabatic)
c.       Pembakaran, P naik, V = c (isokhorik)
d.      Akhir Pembilasan
Jawaban : B
Pembahasan :
Keterangan:
1-2 = Langkah kompresi tekanan bertambah, Q = c (adiabatic)
2-3 = Pembakaran, P naik, V = c (isokhorik)
3-4 = Langkah kerja V bertambah, P turun (adiabatic)
4-5 = Awal Pembuangan
5-6 = Awal Pembilasan
6-7 = Akhir Pembilasan

30.  Terjadi proses apakah pada no 4-1?









a.       Langkah isap pada P = c (isobarik)
b.      Pengeluaran kalor sisa pada V = c (isokhorik)
c.       Langkah buang pada P = c
d.      Langkah kompresi , P bertambah, Q = c (adiabatik)
Jawaban : B
Pembahasan :
Keterangan:
0-1  = Langkah isap pada P = c (isobarik)
1-2  = Langkah kompresi , P bertambah, Q = c (adiabatik)
2-3  = Pembakaran, P naik, V = c (isokhorik)
3-4  = Langkah kerja P bertambah, V = c (adiabatik)
4-1  = Pengeluaran kalor sisa pada V = c (isokhorik)
1-0  = Langkah buang pada P = c
31.  Komponen yang manakah yang berfungsi untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar?
a.       Intercooler
b.      Supercharger
c.       Turbocharger
d.      Crankshaft
Jawaban : A
Pembahasan :
Intercooler untuk mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar. Udara yang panas volumenya akan mengembang begitu juga sebaliknya, maka dengan didinginkan bertujuan supaya udara yang menempati ruang bakar bisa lebih banyak.
32.  Apakah fungsi dari komponen Turbocharger?
a.       Mendinginkan udara yang akan masuk ruang bakar
b.      Memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar
c.       Memompa bahan bakar
d.      Membuang uap
Jawaban : B
Pembahasan :
Turbocharger atau supercharger untuk memperbanyak volume udara yang masuk ruang bakar karena udara yang masuk ruang bakar didorong oleh turbin pada turbo/supercharger.
33.  Siapakah yang pertama kali menyatakan tentang siklus diesel?
a.       Rudolph Diesel
b.      Richard Diesel
c.       David Diesel
d.      George Diesel
Jawaban: A
Pembahasan :
Siklus Diesel adalah siklus ideal untuk mesin torak pengapian-kompresi yang pertama kali dinyatakan oleh Rudolph Diesel tahun 1890.
34.  Yang mana dibawah ini yang bukan aplikasi mesin diesel?
a.       mesin kereta api
b.      unit pembangkit daya
c.       truk/trailer
d.      mesin pendingin
Jawaban : D
Pembahasan :
Mesin Diesel dipilih untuk aplikasi kendaraan berat (mesin yang membutuhkan daya yang besar) seperti mesin kereta api (locomotive), unit pembangkit daya (generator-set), kapal laut pengangkut, truk/trailer berat
35.  Proses apakah “Piston dari Titik Mati Bawah (TMB) silinder terisi udara dan kedua katup masuk dan keluar tertutup, udara terjebak dan dikompresi di dalam silinder” pada mesin diesel dua langkah?
a.       Adiabatis
b.      Ekspansi
c.       Kompresi
d.      Injeksi
Jawaban : C
Pembahasan :
Langkah  pada mesin diesel dua langkah:
1.      Kompresi
Piston dari Titik Mati Bawah (TMB) silinder terisi udara dan kedua katup masuk dan keluar tertutup, udara terjebak dan dikompresi di dalam silinder.
2.      Injeksi.
Pada akhir langkah kompresi, bahan bakar diinjeksikan dan pembakaran terjadi.
3.      Ekspansi.
Gas hasil pembakaran mengakibatkan ekspansi dan piston bergerak mundur, kira-kira pada akhir langkah katup keluar terbuka, dan gas buang keluar.

36.  Mengapa pada siklus diesel tidak perlu menggunakan busi?
a.       Suhu meningkat dan tekanan udara rendah
b.      Suhu rendah dan tekanan udara meningkat
c.       Suhu dan tekanan udara sudah sangat rendah
d.      Suhu dan tekanan udara sudah sangat tinggi
Jawaban : D
Pembahasan :
Penekanan secara adiabatik menyebabkan suhu dan tekanan udara meningkat. Selanjutnya injector alias penyuntik menyemprotkan solar. Karena suhu dan tekanan udara sudah sangat tinggi maka ketika solar disemprotkan ke dalam silinder, solar langsung terbakar,sehingga tidak perlu menggunakan busi.
37.  Apa yang anda ketahui tentang siklus ericson ?
Jawab
Siklus ini ditemukan oleh Ericsson, yang terdiri dari dua proses isotermal dan dua proses tekanan konstan. Diagram p-v dan T-s ditunjukkan oleh Gambar 6. Saat ini siklus Ericsson banyak digunakan dalam pembuatan turbin gas jenis siklus tertutup.
38.  Bahan bakar yang berbentuk gas yang biasanya digunakan untuk turbin gas adalah gas dapur tinggi, gas bumi dan gas yang diperoleh dari instalasi penguapan gas arang untuk industri. Gas dapur tinggi adalah barang sisa-sisa dan harganya murah, tetapi nilai kalornya rendah. Gas bumi adalah bahan bakar yang ideal untuk turbin gas yang mengandung Methan (CH4) dengan kadar 65 % sampai 92 %. 
a) Barapakan temperatur akhir t2 suatu proses kompresi presi tanpa kerugian (isentrop)dari 1 bar, 20°C menjadi 8 bar.
Jawab: t2 = 240oC.
b) Berapakah jumlah kalori yang harus diberikan, bila akan memanaskan udara kompresi dart 8 bar, 240oC menjadi 8 bar, 750°C.
Jawab:
Dari kondisi awal h2 = 235 KJ/Kg, pada 8 bar, 240°C pergi mengikuti garis p = 8 bar, sampai memotong garis datar t3 = 750°C. Maka dari sini didapat h3 = 835 KJ/Kg.
Dengan demikian panas yang harus diberikan adalah h3 - h2 = 835 - 235 = 600 KJ/Kg.
c) Berapakah selisih entalpi (panas jatuh) yang bekerja didalam turbin gas,bila keadaan sebelum turbin 8 bar, 750oc dan berekspansi isentrop sampai 1 bar.
Jawab:
sebelum turbin h3 = 835 KJ/KG
sesudah turbin h4 = 362 KJ/Kg
h3 – h4 = 473 KJ/
d) Berapakan tingkat dari suatu turbin gas yang be kerja dengan panas jatuh rata-rata hst = 120 KJ / Kg.
Jawab: z = (h3 - h4) / hst = 473120 =3,94 jadi dibuat 4 tingkat.
e) Bagaimanakah keadaan gas bekas di sisi sebelah ke luar turbin, bila randemen dalam turbin adalah = 0,87.
Jawab:
Hi = ht . i = 473.0,87 = 410 KJ/Kg. Hal ini digambarkan pada diagram h - s , dengan 1 bar, 395oC , jadi h gas bekar = 425 KJ/Kg.
39.   Uap air berada pada silinder dengan kondisi awal 3.0 MPa dan 300 oC (status 1). Air tersebut didinginkan pada volume tetap hingga mencapai suhu 200 oC (status 2). Selanjutnya dikempa pada kondisi isotermal hingga tekanan mencapai 2.5 Mpa (status 3).
(a) Gambarkan proses tersebut pada diagram T-v dan diagram p-v.
(b) Tentukan volume jenis pada status 1,2,3, dan mutu uap pada status 2.
Jawab :
(a) Dengan menggunakan tabel uap diketahui bahwa Suhu T1 (300 oC) lebih besar dari suhu jenuh pada tekanan p1 (3.0 MPa) yaitu 233.9 oC, sehingga status 1 berada pada wilayah super panas. Pendinginan pada kondisi volume jenis tetap mengikuti proses yang tegak lurus dengan sumbu datar “v” diteruskan hingga mencapai garis suhu 200 oC untuk mendapatkan status 2. Pengempaan isotermal mengikuti proses di sepanjang garis suhu 200 oC. Pada wilayah dua fase (cair-uap) garis suhu berimpit dengan garis tekanan hingga mencapai garis jenuh cair. Kemudian dilanjutkan pada garis suhu yang sama hingga mencapai tekanan 2.5 MPa untuk mendapatkan status 3.
(b) Dari tabel uap super panas diperoleh bahwa volume jenis pada status 1 (v1) adalah 81.1 cm3/kg (dengan memasukkan nilai p=3.0 MPa dan T=300 oC) yang mana harus sama dengan v2 (volume jenis pada status 2). Dengan memasukkan nilai p=2.5 MPa dan T=200 oC ke tabel uap super dingin diperoleh nilai v3 = 1.1555 cm3/kg. Mutu uap pada status 2 (x2) dapat ditentukan melalui volume jenis yaitu dengan mengetahui volume jeni saat jenuh cair (vf) dan jenuh uap (vg) pada suhu status tersebut (200 oC) yaitu vv=1.1565 cm3/kg dan vg=124.4 cm3/kg. Diperoleh x2 = (81.1-1.156)/(124.4-1.1565)=0.633

40.  Jelaskan prinsip kerja turbin gas tertutup !
Jawab

Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalahsebagai berikut:
1.      Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan.
2.      Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
3.      Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel (nozzle).
4.      Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan
41. Sebutkan kerugian yang di alamin turbin gas tertutup ?
Jawab :
Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
1.      Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan(pressure losses) di ruang bakar.
2.      Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkanterjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
3.      Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahantemperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
4.      Adanya mechanical loss, dsb

42.  Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi bersuhu 800°K mempunyai efisiensi sebesar 40%. Berapakah suhu reservoir tinggi supaya efisiensinya naik menjadi 80%?
 Penyelesaian:
ρ=1-T2 T1
 0,4=1-T2 800
 T2 = 480°K
Berarti suhu reservoir suhu rendah = 480°K,  Agar efisiensi mesin menjadi 80%, maka suhu reservoir suhu tinggi (T1) harus dinaikkan menjadi:
 0,8=1 - 480 T1
 T1=2400
43.  Sebuah mesin menyerap kalor dari sumber kalor bersuhu 689°C dan membuang kalor pada sumber kalor bersuhu 397°C. Berapa efisiensi maksimum kalor itu?
 Penyelesaian:
 Dik:
T1 =689
 T2 =397
 Dit: η.......?
 Jawab: T1 =689+273=962 K
T2 =397+273=660 K
Efisiensi maksimum (efisiensi mesin Carnot) η=1-T2 T1 =1-670962.100% =30%
44.  Untuk menaikkan efisiensi menjadi 36%, berapakah suhu sumber tinggi harus dinaikkan? Penyelesaian:
 ρ = 1 – T2 T1 0,2 = 1 – T2 800 = 640 K
 Berarti suhu reservoir suhu rendah = 640°K
Agar efisiensi mesin menjadi 36%, maka suhu reservoir suhu tinggi (T1) harus dinaikkan menjadi: 0,36=1-640 T1
 T1 =1000K
45.  Sebuah mesin menyerap kalor dari sumber kalor bersuhu 689 0C dan membuang kalor pada sumber kalor bersuhu 397 0C. Berapa efisiensi maksimum mesin kalor itu?
 Penyelesaian:
T1 = 689 + 273 = 962 K
T2 = 397 + 273 = 660 K
Efisiensi maksimum (efisiensi mesin carnot ) = 30%
46.  Sebuah mesin Carnot yang menggunakan reservoir suhu tinggi bersuhu 800 K memiliki efisiensi 40%. Agar efisiensi maksimumnya naik menjadi 50%, tentukanlah kenaikan suhu yang harus dilakukan pada reservoir suhu tinggi.
Jawab
Diketahui: T1 = 800 K,  ɳ1= 40%, dan η2 = 50%.
Cara umum
• Efisiensi mesin semula η1 = 40%
• Agar efisiensi menjadi η2 = 50% untuk T2 = 480 K
T1 = ɳ1 /  50% = 480/ K 0,5
T1 = 960 K
Jadi, temperatur suhu tinggi harus dinaikkan menjadi 960 K.
47.  Suatu gas dipanaskan pada tekanan tetap sehingga memuai, seperti terlihat pada gambar.
Tentukanlah usaha yang dilakukan gas. (1 atm = 105 N/m2)
Jawab
Diketahui: p = 2 atm, V1 = 0,3 L, dan V2 = 0,5 L.
1 liter = 1 dm3 = 10–3 m3
W = p ( ΔV) = p (V2 – V1)
= 2 × 105 N/m2 (0,5 L – 0,2 L) × 10–3 m3 = 60 Joule.

48.  Gambar berikut menunjukkan suatu siklus termodinamika dari suatu gas ideal. Tentukanlah usaha yang dilakukan gas:
a.       dari keadaan A ke B,
b.      dari B ke C,
c.       dari C ke D,
d.      dari D ke A, dan
e.       dari A kembali ke A melalui B, C, dan D
Jawab
Diketahui: p = pB = 2 N/m2, pD = pC = 1 N/m2, VA = VD = 2 m3, dan VB = VC = 3 m3.
a.       WAB = p (VB – VA) = (2 × 105 N/m2) (3 – 2) × 10–3 m3 = 200 joule
b.      WBC = p (VC – VB) = 0
c.       WCD= p (VD – VC) = (1 × 105 N/m2) (2 – 3) × 10–3 m3 = -100 joule
d.      WDA= p (VA – VD) = 0
e.       WABCDA = Wsiklus = 200 Joule + 0 – 100 Joule + 0 = 100 joule
selain itu, dapat ditentukan dengan cara
WABCDA = Wsiklus = luas arsiran
= (2 – 1) × 105 N/m2(3 – 2) × 10–3 m3
= 100 joule.
49.  Sepuluh mol gas helium memuai secara isotermal pada suhu 47°C sehingga volumenya menjadi dua kali volume mula-mula. Tentukanlah usaha yang dilakukan oleh gas helium.
Jawab
Diketahui: T = 47°C = (47 + 273) K = 320 K dan V2 = 2V1.
Usaha yang dilakukan gas pada proses isotermal:
50.  Suatu gas yang volumenya 1,2 liter perlahan-lahan dipanaskan pada tekanan tetap 1,5 × 105N/m2 hingga volumenya menjadi 2 liter. Berapakah usaha yang dilakukan gas?
Jawab
Diketahui: V1 = 1,2 L, V2 = 2 L, dan p = 1,5 × 105 N/m2.
1 liter = 1 dm3 = 10–3 m3
Usaha yang dilakukan gas pada tekanan tetap (isobarik) adalah
W = p (V2 – V1) = (1,5 × 105 N/m2) (2 – 1,2) × 10–3 m3 = 120 joule

51.  Suatu gas ideal mengalami proses siklus seperti grafik p – V berikut.
Tentukanlah:
a.       usaha gas dari A ke B,
b.      usaha gas dari B ke C,
c.       usaha gas dari C ke A, dan
d.      usaha netto gas dalam satu siklus.
Jawab
Diketahui: pA = pB = 3 × 105 Pa, pC = 1 × 105 Pa, VA = 2 L, dan VB = VC = 6 L.
a. Proses A ke B adalah proses isobarik. Usaha dari A ke B dapat dihitung dengan persamaan WAB= p(VB – VA)
= 3 × 105 Pa (6 – 2) × 10–3 m3 = 1.200 joule
b. Prose B ke C adalah proses isokhorik. Oleh karena VC = VB, usaha yang dilakukan gas WBC = 0
c. Proses dari C ke A adalah isotermal. Oleh karena pC:VC = pA:VA, usaha dari C ke A adalah
WCA = (1 × 105 N/m2)(6 × 10–3 m3)ln 3/6 = – 415,8 joule
d. Usaha netto gas dalam satu siklus ABCA :
Wsiklus = WAB + WBC + WCA = 1.200 joule + 0 + (–415,8 joule) = 784,2 joule
52.  Usaha sebesar 2 × 103 J diberikan secara adiabatik untuk memampatkan 0,5 mol gas ideal monoatomik sehingga suhu mutlaknya menjadi 2 kali semula. Jika konstanta umum gas R = 8,31 J/mol K, tentukanlah suhu awal gas.
Jawab
Diketahui: W = 2 × 103 J, T2 = 2T1, dan n = 0,5 mol.
Jadi, suhu awal gas adalah 321 K.
53.  Udara memasuki kompresor turbin gas pada 100 kPa  dan 25˚C. Untuk rasio tekanan 5 dan temperatur maksimum 850˚C tentukan rasio usaha balik dan efisiensi termalnya dengan menggunakan siklus brayton
Jawab:
Untuk menentukan rasio usaha baliknya:
 =  =
Temperaturnya adalah T1 = 298 K
T2 = T1(  = (298)  = 472 K
T4 = T3  = (1123)(  = 701,1 K
Maka rasio usaha baliknya adalah:
 =  = 0,420 
Atau 42 %
Efisiensi termalnya: ɳ =1 -  = 0,369
SUMBER REFERENSI :
Perpustakaancyber. 2013. Usaha dan Proses dalam Termodinamika Hukum Termodinamika 1 2 3 Rumus Contoh Soal Kunci Jawaban. {terdapat di(http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/usaha-dan-proses-dalam-termodinamika-hukum-termodinamika-1-2-dan-3-rumus-contoh-soal-kunci-jawaban.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Tutorialteknik. 2011. Siklus Diesel Ideal. {terdapat di(http://tutorialteknik.blogspot.com/2011/05/siklus-diesel-ideal.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Kisikisiuan. 2013. Menentukan Besaran Kalor dalam Proses. {terdapat di (http://kisi-kisiuan.blogspot.com/2013/02/menentukan-besaran-kalor-dalam-proses.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Arieskuncoro. 2010. Soal dan Pembahasan UH Zat Wujudnya. {terdapat di(http://arieskuncoro.wordpress.com/2010/09/07/soal-pembahasan-uh-zat-wujudnya/) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Guruipapati. 2012. Soal dan Pembahasan Zat dan Wujudnya. {terdapat di (http://guru-ipa-pati.blogspot.com/2012/08/soal-dan-pembahasan-zat-dan-wujdunya.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
 .html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Tutorialteknik. 2011. Siklus Diesel Ideal. {terdapat di(http://tutorialteknik.blogspot.com/2011/05/siklus-diesel-ideal.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Kisikisiuan. 2013. Menentukan Besaran Kalor dalam Proses. {terdapat di (http://kisi-kisiuan.blogspot.com/2013/02/menentukan-besaran-kalor-dalam-proses.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Arieskuncoro. 2010. Soal dan Pembahasan UH Zat Wujudnya. {terdapat di(http://arieskuncoro.wordpress.com/2010/09/07/soal-pembahasan-uh-zat-wujudnya/) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}
Guruipapati. 2012. Soal dan Pembahasan Zat dan Wujudnya. {terdapat di (http://guru-ipa-pati.blogspot.com/2012/08/soal-dan-pembahasan-zat-dan-wujdunya.html) yang diakses tanggal 31 Mei 2013}


Kalor, Usaha dan Hukum Pertama Termodinamika

0 komentar


Yang dimaksud dengan usaha dW dari suatu kakas F adalah usaha yang dilakukan oleh kakas F tersebut untuk memindahkan partikel yang dikenai kakas sebesar ds. Usaha bukan sifat sistem. Usaha dilakukan oleh sistem dianggap positif dan usaha dilakukan pada sistem dianggap negatif. Usaha total W untuk mengubah volume dari V1 ke V2. Usaha adalah fungsi lintasan yang berarti usaha bergantung pada proses. Sedangkan usaha yang dilakukan pada proses peekspansi bebas adalah nol.
Eenergi didefinisikan sebagai besaran yang berubah antara dua keadaan kesetimbangan dan sama dengan usaha adiabatik. Berkurangnya energi antara dua keadaan kesetimbangan sebagai usaha yang dilakukan oleh sistem pada sebarang proses adiabatik antara dua keadaan. Jadi energi merupakan sifat sistem karena hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir sistem. Energi dalam U adalah bagian dari energi total yang hanya bergantung pada keadaan dalam sistem, yang disebut juga sebagai koordinat termodinamik.
Kalor mengalir keluar dari benda yang bersuhu lebih tinggi mengalir masuk ke benda yang bersuhu lebih rendah dengan jumlah kalor yang keluar dan masuk adalah sama. Kalor merupakan fungsi lintasan.
Hukum pertama termodinamika menyatakan pertambahan energi netto dari sistem E2 – E1 sama dengan energi Q mengalir masuk ke sistem sebagai kalor, dikurangi energi yang keluar sebagai usaha E2 – E1 = Q, menyatakan hukum kekekalan energi.
Kapasitas kalor sistem, C, dalam suatu proses yang suhunya berubah sebesar dT, didefinisikan sebagai perbandingan besaran kalor d’Q yang mengalir masuk sistem terhadap perubahan suhu dT. Harga kapasitas kalor pada tekanan konstan, dinyatakan dengan Cp. Jika volume sistem konstan selama proses dengan suhu berubah, kapasitas kalor disebut kapasitas kalor pada volume konstan dan dinyatakan dengan Cv.

Sistem Termodinamika dan Spesifikasi Keadaan

0 komentar


Sejumlah tertentu dari bahan yang sedang diteliti disebut sistem. Sistem termodinamik adalah suatu sistem yang keadaannya diperikan oleh besaran-besaran termodinamik. Berdasarkan interaksi dengan lingkungannya, sistem dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sistem terbuka, tertutup dan terisolasi.
Keadaan suatu sistem ditentukan oleh beberapa syarat yang disebut sifat sistem, yang biasanya diamati secara kuantitatif yang disebut besaran. Besaran dibagi menjadi dua yaitu, besaran ekstensif dan besaran intensif. Terdapat tiga sifat sistem yang penting yaitu volume, tekanan, dan suhu.
Perbandingan antara besaran ekstensif suatu sistem terhadap massa sistem disebut harga jenis rata-rata dari sistem. Harga jenis molal rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan antara harga dari besaran ekstensif dengan jumlah mol dari sistem.Apabila suatu sistem memenuhi syarat-syarat kesetimbangan mekanis, termal, dan kimiawi maka sistem disebut dalam keadaan kesetimbangan termodinamik.
Proses adalah perubahan suatu sistem dari satu keadaan ke keadaan lain. Dikenal dua jenis proses yaitu kuasistatis dan tidak kuasistatis. Proses kuasistatis dibedakan menjadi proses isotermal, isochoris, isobaris dan adiabatis. Bila dua sistem satu sama lain berada dalam kesetimbangan termal maka suhu kedua sistem tersebut sama. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Termometer yang baik ditentukan oleh kepekaannya, ketelitiannya dan keterulangannya (dapat diperbanyak) serta kecepatannya mencapai kesetimbangan termal dengan sistem lainnya. Skala yang digunakan dalam keteknikan adalah Rankine dan Fahrenheit, sedangkan dalam satuan metris digunakan skala Kelvin dan Celcius.
Perilaku gas pada tekanan rendah mempunyai hubungan dan disebut sebagai gas ideal.
Terdapat dua model untuk menganalisis campuran beberapa gas yaitu model Dalton, dan model Amagat. Dalam model Dalton, sifat-sifat dari setiap komponen dianggap seolah-olah setiap komponen gas campuran berada pada tekanan terpisah dengan volume campuran. Sedangkan model Amagat, sifat-sifat dari setiap komponen dianggap seolah-olah setiap komponen gas campuran berada terpisah pada volume dengan tekanan campuran.
 
Sumber : buku wajib.

Contoh soal penerapan hukum I termodinamika pada proses isobarik (tekanan tetap)

1 komentar
1. Grafik tekanan (P) – volume (V) gas yang mengalami proses isobarik. Usaha yang dilakukan oleh gas pada proses AB adalah…
Contoh-soal-penerapan-hukum-I-termodinamika-pada-proses-isobarik-tekanan-tetap-1Pembahasan
Diketahui :
Tekanan (P) = 5 x 105 N/m2
Volume awal (V1) = 2 m3
Volume akhir (V2) = 6 m3
Ditanya : usaha yang dilakukan pada proses AB
Jawab :
W = P (V2 – V1)
W = (5 x 105)(6 – 2) = (5 x 105) (4)
W = 20 x 10= 2 x 106 Joule
2. Selisih usaha yang dilakukan oleh gas pada proses AB dan CD adalah…
Contoh-soal-penerapan-hukum-I-termodinamika-pada-proses-isobarik-tekanan-tetap-2Pembahasan
Diketahui :
Proses isobarik AB :
Tekanan (P) = 6 atm = 6 x 105 N/m2
Volume awal (V1) = 1 liter = 1 dm3 = 1 x 10-3m3
Volume akhir (V2) = 3 liter = 3 dm3 = 3 x 10-3m3  
Proses isobarik CD :
Tekanan (P) = 4 atm = 4 x 105 N/m2
Volume awal (V1) = 2 liter = 2 dm3 = 2 x 10-3 m3
Volume akhir (V2) = 5 liter = 5 dm3 = 5 x 10-3 m3
Ditanya : Selisih usaha yang dilakukan oleh gas pada proses AB dan CD
Jawab :
Usaha yang dilakukan oleh gas pada proses AB :
W = P (V2 – V1)
W = (6 x 105)(3 x 10-3 - 1 x 10-3)
W = (6 x 105)(2 x 10-3)
W = 12 x 10= 1200 Joule
Usaha yang dilakukan oleh gas pada proses CD :
W = P (V2 – V1)
W = (4 x 105)(5 x 10-3 - 2 x 10-3)
W = (4 x 105)(3 x 10-3)
W = 12 x 10= 1200 Joule
Selisih usaha yang dilakukan gas pada proses AB dan CD adalah 1200 – 1200 = 0.
3. Usaha yang dilakukan gas pada proses ABC adalah…
Contoh-soal-penerapan-hukum-I-termodinamika-pada-proses-isobarik-tekanan-tetap-3Pembahasan
Diketahui :
Tekanan 1 (P1) = 6 x 105 Pascal = 6 x 105 N/m2
Tekanan 2 (P2) = 3 x 10Pascal = 3 x 105 N/m2
Volume 1 (V1) = 2 cm3 = 2 x 10-6 m3
Volume 2 (V2) = 6 cm3 = 6 x 10-6 m3
Ditanya : Usaha yang dilakukan pada proses ABC.
Jawab :
Pada proses AB, volume konstan sehingga tidak ada usaha yang dilakukan oleh gas. Gas melakukan usaha hanya pada proses BC. Jadi usaha pada proses ABC = usaha pada proses BC.
W = P2 (V2 – V1)
W = (3 x 105)(6 x 10-6 – 2 x 10-6)
W = (3 x 105)(4 x 10-6)
W = 12 x 10-1
W = 1,2 Joule

Usaha yang dilakukan pada proses ABC = 1,2 Joule.

PENGERTIAN APLIKASI TERMODINAMIKA

0 komentar


APLIKASI TERMODINAMIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI
APLIKASI TERMODINAMIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI
Aplikasi Termodinamika Antara Lain :
  1. Boiler
  2. Ac
  3. Motor bakar
  4. PLTU
  5. PLTN
  6. Kompresor
  7. Mengetahui Kualitas Air
  8. Mengetahui Kualitas Uap Air
  9. Oceanografi
  10. Dll
Termodinamika  Adalah Ilmu yang mempelajari enegi serta perubahan-perubahanya dan sifat zat-zatnya.TERMODINAMIKA Berasal dari bahasa  Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan'

KONSEP DASAR DALAM TERMODINAMIKA

Pengabstrakan dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi subsistem masih mungkin terjadi, atau membentuk beberapa sistem menjadi sistem yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan keadaan yang dirinci dengan jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter !

Contonya Seperti fisik, energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses.
Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.
Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik. Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.
Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

1. Sistem Terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
2. Sistem Tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan.
3. Sistem Terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.
Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

1. Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika

Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.

2. Hukum Pertama Termodinamika

Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
Hukum pertama termodinamika adalah suatu pernyataan mengenai hukum universal dari kekekalan energi dan mengidentifikasikan perpindahan panas sebagai suatu bentuk perpindahan energi. Pernyataan paling umum dari hukum pertama termodinamika ini berbunyi: Kenaikan energi internal dari suatu sistem termodinamika sebanding dengan jumlah energi panas yang ditambahkan ke dalam sistem dikurangi dengan kerja yang dilakukan oleh sistem terhadap lingkungannya.
Pondasi hukum ini pertama kali diletakkan oleh James Prescott Joule yang melalui eksperimen-eksperimennya berhasil menyimpulkan bahwa panas dan kerja saling dapat dikonversikan. Pernyataan eksplisit pertama diberikan oleh Rudolf Clausius pada 1850: "Terdapat suatu fungsi keadaan E, yang disebut 'energi', yang diferensialnya sama dengan jumlah kerja yang dipertukarkan dengan lingkungannya pada suatu proses adiabatik."
Hukum kekekalan energi: Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihancurkan/dihilangkan. Tetapi dapat ditransfer dengan berbagai cara. Aplikasi: Mesin-mesin pembangkit energi dan pengguna energi. Semuanya hanya mentransfer energi, tidak menciptakan dan menghilangkan.

3. Hukum Kedua Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
Hukum keseimbangan / kenaikan entropi: Panas tidak bisa mengalir dari material yang dingin ke yang lebih panas secara spontan. Entropi adalah tingkat keacakan energi. Jika satu ujung material panas, dan ujung satunya dingin, dikatakan tidak acak, karena ada konsentrasi energi. Dikatakan entropinya rendah. Setelah rata menjadi hangat, dikatakan entropinya naik.

Aplikasi: Kulkas harus mempunyai pembuang panas di belakangnya, yang suhunya lebih tinggi dari udara sekitar. Karena jika tidak Panas dari isi kulkas tidak bisa terbuang keluar. Formulasi Kelvin-Planck atau hukum termodinamika kedua menyebutkan bahwa adalah tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata mengubah energi panas yang diperoleh dari suatu reservoir pada suhu tertentu seluruhnya menjadi usaha mekanik. Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa aliran kalor memiliki arah; dengan kata lain, tidak semua proses di alam semesta adalah reversible (dapat dibalikkan arahnya). Sebagai contoh jika seekor beruang kutub tertidur di atas salju, maka salju dibawah tubuh nya akan mencair karena kalor dari tubuh beruang tersebut. Akan tetapi beruang tersebut tidak dapat mengambil kalor dari salju tersebut untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan demikian, aliran energi kalor memiliki arah, yaitu dari panas ke dingin. Satu aplikasi penting dari hukum kedua adalah studi tentang mesin kalor. Mesin kalor adalah sebutan untuk alat yang berfungsi mengubah energi panas menjadi energi mekanik.
Dalam mesin mobil misalnya, energi panas hasil pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi gerak mobil. Tetapi, dalam semua mesin kalor kita ketahui bahwa pengubahan energi panas ke energi mekanik selalu disertai pengeluaran gas buang, yang membawa sejumlah energi panas. Dengan demikian, hanya sebagian energi panas hasil pembakaran bahan bakar yang diubah ke energi mekanik. Contoh lain adalah dalam mesin pembangkit tenaga listrik; batu bara atau bahan bakar lain dibakar dan energi panas yang dihasilkan digunakan untuk mengubah wujud air ke uap. Uap ini diarahkan ke sudu-sudu sebuah turbin, membuat sudu-sudu ini berputar. Akhirnya energi mekanik putaran ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik.

4. Bunyi Hukum Ketiga 3 Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.
Hukum suhu 0 Kelvin (-273,15 Celcius): Teori termodinamika menyatakan bahwa panas (dan tekanan gas) terjadi karena gerakan kinetik dalam skala molekular. Jika gerakan ini dihentikan, maka suhu material tsb akan mencapai 0 derajat kelvin.
Aplikasi: Kebanyakan logam bisa menjadi superkonduktor pada suhu sangat rendah, karena tidak banyak keacakan gerakan kinetik dalam skala molekular yang menggangu aliran elektron.

Alat-alat yang menggunakan prinsip termodinamika dalam kehidupan sehari-hari:

0 komentar
Lemari Es (Kulkas)
            Adalah suatu unit mesin pendingin di pergunakan dalam rumah tangga, untuk menyimpan bahan makanan atau minuman. Untuk menguapkan bahan pendingin di perlukan panas.                 
  Lemari es memanfaatkan sifat ini. Bahan pendingin yang digunakan sudah menguap pada suhu -200C. panas yang diperlukan untuk penguapan ini diambil dari ruang pendingin, karena itu suhu dalam ruangan ini akan turun. Penguapan berlangsung dalam evaporator yang ditempatkan dalam ruang pendingin. Karena sirkulasi udara, ruang pendingin ini akan menjadi dingin seluruhnya.
              Lemari Es merupakan kebalikan mesin kalor. Lemari Es beroperasi untuk mentransfer kalor keluar dari lingkungan yang sejuk kelingkungn yang hangat. Dengan melakukan kerja W, kalor diambil dari daerah temperatur rendah TL (katakanlah, di dalam lemari Es), dan kalor yang jumlahnya lebih besar dikeluarkan pada temperature tinggi Th (ruangan).
Sistem lemari Es yang khas, motor kompresor memaksa gas pada temperatur tinggi melalui penukar kalor (kondensor) di dinding luar lemari Es dimana Qhdikeluarkan dan gas mendingin untuk menjadi cair. Cairan lewat dari daerah yang bertekanan tinggi , melalui katup, ke tabung tekanan rendah di dinding dalam lemari es, cairan tersebut menguap pada tekanan yang lebih rendah ini dan kemudian menyerap kalor (QL) dari bagian dalam lemari es. Fluida kembali ke kompresor dimana siklus dimulai kembali.
             Lemari Es yang sempurna (yang tidak membutuhkan kerja untuk mengambil kalor dari daerah temperatur rendah ke temperatur tinggi) tidak mungkina ada. Ini merupakan pernyataan Clausius mengenai hukum Termodinamika kedua. Kalor tidak mengalir secara spontan dari benda dingin ke benda panas. Dengan demikian tidak akan ada lemari Es yang sempurna.
       

    Cara Kerja Instalasi Mesin Kulkas
            Setelah ke dalam kompresor diisi gas freon , maka gas itu dapat dikeluarkan kembali dari silinder oleh kompresor untuk diteruskan ke kondensor, setelah itu menuju saringan, setelah itu menuju ke pipa kapiler dan akan mengalami penahanan. Adanya penahanan ini akan menimbulkan suatu tekanan di dalam pipa kondensor. Sebagai akibatnya gas tersebut menjadi cairan di dalam pipa kondensor. Dari pipa kapiler cairan tersebut terus ke evaporator dan terus menguap untuk menyerap panas. Setelah menjadi gas terus dihisap lagi ke kompresor. Demilian siklus kembali terulang.

Jenis Aliran Udara Pendingin

Jenis aliran udara pada lemari es ada 2 macam :
1.      Secara alamiah tanpa fan motor, di dalam lemari es udara dingin pada bagian atas dekat evaporator mempunyai berat jenis lebih besar. Dari beratnya sendiri udara dingin akan mengalir ke bagian bawah lemari es. Udara panas pada bagian bawah lemari es karena berat jenisnya lebih kecil dan di desak oleh udara dingin dari atas, akan mengalir naik ke atas menuju evaporator. Udara panas oleh evaporator didinginkan menjadi dingin dan berat lalu mengalir ke bawah lagi. Demikianlah terjadi terus menerus secara alamiah.

2.      Aliran udara di dalam lemari es dengan di tiup oleh fan motor, lemari es yang memakai fan motor, dapat terjadi sirkulasi udara dingin yang kuat dan merata ke semua bagian dari lemari es. Udara panas di dalam lemari es dihisap oleh fan motor lalu dialirkan melalui evaporator. Udara menjadi dingin dan oleh fan motor di dorong melalui saluran atau cerobong udara, di bagi merata ke semua bagian dalam lemari es.

Termodinamika dalam kehidupan sehari-har

0 komentar

·  Termodinamika sudah sangat tidak asing didalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali peristiwa termodinamika yang terjadi dalam kehidupan. Sebagai contohnya perubahan suhu yang terdapat pada badan kita, kemudian beberapa peralatan rumah tangga yang menggunakan konsep termodinamika dan beberapa peralatan lainnya.
·  Termodinamika telah merubah sistem industri didunia, dari yang mulanya menggeunakan kayu bakar untuk memasak sampai menggunakan listrik untuk memasak. Hal ini karena termodinamika merupakan hukum-hukum yang menyangkut banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah es didalam gelas yang menyebabkan terjadi pengembunan diluar gelas, padahal terpisahkan oleh medium gelas (glass) yang memisahkan permukaan luar dan permukaan dalam.
·  Proses timbulnya air pada permuakaan gelas itu menandakan adanya suatu sistem yang terjadi pada perstiwa ini, sistem yang terjadi adalah bahwa udara yang ada di sekeliling gelas mengandung uap air.Ketika gelas diisi es, gelas menjadi dingin. Udara yang bersentuhan dengan gelas dingin ini akan turun suhunya. Uap air yang ada di udara pun ikut mendingin. Jika suhunya sudah cukup dingin, uap air ini akan mengembun membentuk tetes-tetes air di bagian luar gelas. Hal ini merupakan peristiwa termodinamika yang sesuai dengan hukum termodinamika yang ke dua yang berbunyi Berikut “Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi.
·  Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya, dari hukum ini proses yang terjadi didalam gelas merupakan proses penyerapan panas dengan kata lain udara akan berubah menjadi dingin, sementar udara mengandung kadar air yang tinggi pda kelembaban yang tinggi, sehingga ketika udara dingin akan membuatnya mengembun sehingga timbul air pada permukaan luar pada gelas.
·  Dari contoh es pada gelas diatas merupakan sistem pertukaran secara tertutup karena terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan menggunakan media pembatas rigid (tidak boleh mempertukarkan kerja) dengan mempertukarkan panas melalui medium gelas.

·  Termos Pada alat rumah tangga tersebut terdapat aplikasi hukum I termodinamika dengan sistem terisolasi. Dimana tabung bagian dalam termos yang digunakan sebagai wadah air, terisolasi dari lingkungan luar karena adanya ruang hampa udara di antara tabung bagian dalam dan luar. Maka dari itu, pada termos tidak terjadi perpindahan kalor maupun benda dari sistem menuju lingkungan maupun sebaliknya.2. Mesin kendaraan bermotor Pada mesin kendaraan bermotor terdapat aplikasi termodinamika dengan sistem terbuka. Dimana ruang didalam silinder mesin merupakan sistem, kemudian campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam silinder, dan gas buang keluar sistem melalui knalpot.
 

Thermodynamics of physics Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template